Ketika kita
membayangkan ibukota, tentunya yang akan muncul dibenak kita adalah kota besar
yang megah, lengkap,dan pembangunan dimana-dimana. sering sekali kita lihat
jalanan mulus di ibukota yang jarang sekali berlubang. tanah kosong pun seakan
tidak diperbolehkan untuk dibiarkan. sebisa mungkin dibangun agar tanah kosong
itu menjadi sebuah bangunan. padahal jika kita lihat sedikit ke pinggiran, kita
dapat melihat jelas jalanan yang berlubang, pembangunan yang cukup lambat, dan
sulitnya peremajaan jalan ataupun jembatan. miris memang,tapi itulah gambaran
perbandingan antara ibukota dengan daerah pinggiran. seringkali kita melihat
pembangunan jembatan atau perbaikan jalan yang memakan waktu lama bahkan ada
yang sampai terbengkalai untuk waktu yang cukup lama. entah apa lasannya yang
pasti,kejadian seperti itu pasti ada penyebabnya.
Kalau kita sedang berjalan-jalan ke rengasdengklok, kita
akan melihat hal yang sangat bertolak belakang dengan ibukota. lebih tepatnya
di wilayah rengasdengklok utara, rengasdengklok, kita akan melihat pemandangan
yang tak biasa. karena warga rengasdengklok utara, untuk menyebrang ke wilayah
kecamatan pebayuran, kabupaten bekasi, harus menggunakan perahu tambang.
mungkin kita sudah biasa bila melihat hanya pejalan kaki yang memakai jasa
perahu penyebrangan antar kabupaten. namun dalam hal ini, bukan hanya pejalan
kaki namun juga motor bahkan mobil harus menggunakan jasa ini untuk mencapai ke
kabupaten sebelah. hal ini dikarenakan tidak adanya jembatan penghubung di
wilayah itu. padahal andaikan ada jembatan penghubung di wilayah itu,roda
ekonomi warga akan lebih lancar. karena tidak perlu lagi menaiki perahu tambang
yang bisa dibilang seadanya dan jauh dari kata aman. ongkos untuk menaiki
perahu tambang ini dalam sekali menyebrang Rp 1000 untuk motor dan Rp 5000
untuk mobil. sedangkan pejalan kaki dan sepeda gratis. andaikan pembangunan
seperti di ibukota, juga diterapkan di daerah pinggiran, mungkin hal seperti
ini tidak akan terjadi. dan tercermin keadilan antara ibukota dengan daerah
pinggiran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar