Penderitaan adalah menanggung atau menjalani sesuatu yang tidak menyenangkan , ada beberapa macam penderitaan yaitu penderitaan fisik(bawaan lahir) , penderitaan batin (mentau atau psikologis) dan gabungan antara penderitaan fisik dan batin .
sebab – sebab munculnya penderitaan manusia itu ada dua, yang pertama
yaitu Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia, dan yang
kedua Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab tuhan.
A. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat
terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam
sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut dengan nasib buruk. Nasib
buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Dengan kata
lain, manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Allah SWT berfirman,
Aku tidak akan pernah merubah nasib hambaku, melainkan Hambaku
sendirilah yang merubahnya. Sudah jelas Tuhan tidak akan mengubah nasib
hambanya, karena atas usaha hambanya sendirilah yang bias mengubah
nasibnya itu. Adapun perbedaan antara nasib buruk dan takdir, kalau
takdir Tuhan yang menjadi penentunya sedangkan nasib buruk itu manusia
lah penyebabnya.
Karena Perbuatan buruk antara sesama manusia menyebabkan menderitanya manusia yang lain, contohnya :
Pembantu rumah tangga yang diperkosa, disekap, dan disiksa oleh
majikannya, sudah pantas jika majikannya yang biadab itu diganjar dengan
hukuman penjara oleh pengadilan negeri Surabaya supaya perbuatannya itu
dapat diperbaiki sekaligus merasakan penderitaan yang telah ia berikan
kepada orang lain. Sedangkan pembantu yang telah menderita itu
dipulihkan.
Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungannya pun dapat menimbulkan
bagi penderitaan bagi manusia yang lainnya. Tetapi kebanyakan manusia
tidak menyadari karena perbuatannya lah yang menimbulkan penderitaan
pada manusia yang lainnya. Kebanyakan manusia baru menyadari
kesalahannya ketika bencana yang menimbulkan penderitaan bagi manusia
yang lainnya itu sudah terjadi. Contohnya :
Musibah banjir dan tanah
longsor di lampung selatan bermula dari penghunian liar di hutan
lindung, kemudian dibabat menjadi lahan tandus dan gundul oleh manusia –
manusia penghuni liar itu. Akibatnya beberapa jiwa jadi korban banjir,
ratusan rumah hancur, belum terhitung lagi jumlah ternak dan harta benda
yang hilang / musnah. Segenap lapisan masyarakat, pemerintah dan ABRI
bekerja sama untuk membebaskan para korban dari penderitaan yang mereka
derita itu.
Perbuatan Lalai, mungkin kurang control terhadap tangki – tangki
penyimpanan gas – gas beracun dari perusahaan “Union Carbide” di India.
Gas – gas beracun dari tangki penyimpanan bocor memenuhi dan mengotori
daerah sekitarnya, mengakibatkan ribuan penduduk penghuni daerah itu
mati lemas, dan cacat fisik. Inilah penderitaan manusia karena perbuatan
lalai dari pekerjaan atau pimpinan perusahaan itu. Ia bertanggung jawab
untuk memulihkan penderitaan manusia disitu.
B. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab tuhan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan /
azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimis dapat merupakan usaha
manusia untuk mengatasi penderitaan itu. Banyak contoh kasus
penderitaan semacam ini dialami manusia. Bebebrapa kasus penderitaan
dapat diungkapkan berikut ini :
Seorang anak lelaki buta sejak diahirkan, diasuh dengan tabah oleh orang
tuanya. Ia disekolahkan, kecerdasannya luar biasa. Walaupun ia tidak
dapat melihat dengan mata hatinya terang benderang. Karena
kecerdasannya, ia memperoleh pendidikan sampai di universitas, dan
akhirnya memperoleh gelar doctor di Universitas Sourbone Perancis. Dia
adalah Prof.Dr. Thaha Husen, guru besar Universitas di Kairo, Mesir.
Nabi Ayub mengalami siksaan Tuhan, tetapi dengan sabar ia menerima
cobaan ini. Bertahun – tahun ia menderita penyakit kulit, sehingga
istrinya bosan merawatnya, dan ia dikucilkan. Berkat kesabarannya dan
kepasrahannya kepada Tuhan, maka seiring berjalannya waktu Nabi Ayub pun
sebuh dan tampak lebih muda, sehingga istrinya tidak mengenalinnya lagi.
Disini kita dihadapkan kepada masalah sikap hidup kesetiaan, kesabaran,
tawakal, percaya, pasrah, tetapi juga sikap hidup yang lemah, seperti
kesetiaan dan kesabaran sang istri yang luntur, karena penyakit Nabi
Ayub yang cukup lama.
maka dari itu segala sesuatu perbuatan yang telah dilakukan pasti ada akibatnya , jika kita melakukan perbuatan yang buruk maka akan merugikan diri sendiri bahkan orang orang disekitar kita , untuk lebih berhati hati dalam melakukan suatu hal alangkah lebih baiknya dipikir dengan cermat terlebih dahulu ,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar